Thursday, June 17, 2010

Dia

Masih teringat,
Saat ranting membisikan pada daunnya agar ia tidak pergi terbang
Ketika alunan enam senar yang seolah mengiring setiap jejak yang sampai sekarang masih bisa dikenang
Seorang sosok dengan dua cara, setegar karang dan sehalus sutera
Dia yang senyumnya selalu diangan sekalipun langit berangsur lelah

Aku harap dia tidak lupa agar masa ini jadi yang pertama
Sebelum fajar datang katakan bahwa aku akan bertemu dia hari ini
Maka aku pasti berlari sampai nanti mentari tidak lagi menyinari
Aku akan bernyanyi agar rerumputan turut bergoyang tertular rasa cinta

Cinta itu bukanlah Dinda yang katakan janji lalu lupa saat tertidur
Dan posisinya ini bukan musim yang silih berganti
Aku tidak mudah anggukan kepala, tapi ini berbeda
Sebab dialah batu pijakan terkuat, tempat aku berdiri dan tak akan pergi
Tempat aku berhenti mencari dan katakan Amin


-Sarah Victoria
Untuk: Kamu yang sudah tahu bahwa kamu adalah Dia, orang yang sekarang masih membaca tulisan ini sampai habis dan akan segera mengguratkan senyum yang semanis madu :)
ILY

No comments:

Post a Comment