Tuesday, August 10, 2010

Not a Diary

Mungkin ini faktor badan yang terlalu lelah, atau situasi yang kurang baik. Semua jadi begini.
Hari ini, amat sangat menyenangkan sekali bermain bersama teman-teman sekelas.
Hadiah dari Tuhan yang mulai sekarang udah sadarin gue kalau ngga cuman bulan yang menghasilkan cahaya. Bintang juga, berarti mereka juga.

Hari ini juga, tidak menyenangkan. Setelah kembali ke habitat ini, warganya kurang menyenangkan. Atau mungkin memang gue yang lagi ngga asik yah?
Kenapa sedih sekali sekarang, padahal tidak terjadi apa-apa. Biasanya disaat-saat kayak gini ada My Grandma yang ngajak bercanda, atau ngga nemenin ngapain kek. Tapi sekarang beliau sudah nda ado. Mungkin saya rindu. Mungkin.
Dan yang satu lagi, ada sesuatu. Ngga tau kenapa juga. Lupain aja tentang dia.

Hmm. Setiap keluar kalimat "itu" dari mulut si bunda, gue pasti mendadak kecil, kecil banget. Tuduh aja TUDUH, terserah. Jatohin aja terus. Bandingin aja, ngga apa-apa! Seperti ngga ada artinya. Pengen rasanya pergi aja dulu yang lama, kasih waktu, just giving you time to miss me.
Sekarang semua lengkap ada di home sweet home ini, tapi terasa sepi. Sepi sekali. Ini dia namanya merasa kesepian ditengah keramaian-_-". Sebenarnya saya tidak minta untuk terlalu diperhatikan, tapi tolong.... sesekali, mau buat ngertiin apa yang ada di sini. Nggak selalu, waktu ini aja, waktu gue terlalu capek buat bad mood.


Baca puisi aja deh yuk.


HAMPA
-Chairil Anwar


Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.

No comments:

Post a Comment